Senin, 12 Desember 2011

Bahagia Sejati: Bahagia Tanpa Syarat


Sejak beberapa bulan yang lalu, aku masuk ke dalam sebuah komunitas yang sangat luar biasa. Ya, aku resmi menjadi bagian dari sebuah sekolah komunikasi, Kahfi bagus Brain Communication School. sSekolah ini tak hanya tentang komunikasi, lebih dari itu semua.  Kahfi adalah sekolah kehidupan yang mengajarkanku tentang banyak hal.  Salah satunya adalah tentang konsep kebahagiaan sejati. Nah, ini adalah notes facebook dari teman sekost-ku yang kebetulan satu kampus denganku di Kahfi :) 

oleh Dian Aulia Alwalidi pada 6 Desember 2011 pukul 22:47
 
Beberapa hari terakhir aku belajar banyak hal. Hidupku serasa berubah, dan aku merasa sangaat bahagia dengan kehidupanku yang sekarang. Malu rasanya jika kumengingat keluhan-keluhan yang biasanya aku lontarkan. Bahkan aku merasa sangat berdosa ketika ingat aku pernah mengupdate status facebook, “BUKAN HIDUP SEPERTI INI YANG AKU INGINKAN”. Astaghfirullah… betapa aku tidak bersyukur saat itu. Bukankah semua yang kita dapat adalah anugerah yang harus disyukuri? Bahkan setiap hal yang kita temui bisa kita jadikan alasan untuk bahagia. Bahagia sejati adalah bahagia tanpa syarat. Bahagia tanpa harus mematok criteria tertentu. Bahagia adalah pilihan, dan sangat mudah untuk menciptakan hidup yang lebih, lebih, lebih dan lebih bahagia. Bagaimana caranya? dengan mengolah pola pikir. Sekali lagi, prinsip utama yang menjadi syarat adalah believe bahwa setiap hal bisa dijadikan alasan untuk bahagia dan setiap hal wajib disyukuri.

Coba kita perjelas dengan contoh, misalkan saja kita ingin bepergian tetapi tiba-tiba saja hujan turun deras, biasanya kita akan mengeluh dan berkata, “aaah,,, kok malah hujan sih, bisa batal pergi ni”. Ketika kita mengeluh seperti itu, seketika perasaan menjadi kesal, mood menjadi jelek. Coba kalau reaksi kita sedikit diubah dan berkata, “alhamdulillah hujan, jadi udaranya gak panas lagi. oke, aku pergi bawa payung deh.” Pasti akan berbeda kan rasanya??? Lebih bahagia yang mana?
Contoh lainnya, banyak mahasiswa yang mengeluh ketika baju kotor menumpuk, malas sekali rasanya untuk bergerak dan segera mencuci karena terbayang betapa capeknya mencuci sebanyak itu. Namun, mahasiswa yang “memilih” untuk bahagia akan berkata, “ayok mencuci, harus dengan semangat dooonk…kan bajunya bakal aku pake buat kuliah, bakal aku pake jalan-jalan n ketemu sahabat2ku”; sedangkan seorang istri yang memilih untuk bahagia akan berkata, “ semangaat mencuci! bajunya kan mau kupake, harus bersih donk…biar tetep cantik. Seragam anak-anak juga harus dicuci bersih, kan mau dipake buat sekolah. Nah, baju ayah juga harus kinclong… biar keliatan ganteng kalo berangkat kerja :D”. Nah, bagaimana? menjadi bahagia itu mudah kan?

Bahagia sejati adalah bahagia tanpa syarat. Kebanyakan orang mematok criteria kebahagiaannya dengan berkata, “aku akan bahagia kalau aku dapat IP 3,8; aku bahagia kalau anakku dapat rangking 1; aku akan bahagia kalau aku menjuarai lomba ini”. Yah… tidak salah memang, tetapi sangat disayangkan jika hidup kita yang hanya sebentar ini tidak kita jadikan alasan untuk selalu bahagia kan?Memang, jika kita gagal untuk mencapai cita-cita, kita akan merasa kecewa. Namun, coba kita lihat, pasti ada rencana Tuhan yang lebih indah, bukan?
Bahkan ketika seseorang pengidap kanker stadium akhir masih punya kesempatan untuk hidup bahagia, jika dia mau. Justru perasaan bahagia itu lah yang dibutuhkan olehnya, karena ketika hidupnya bahagia dan penuh syukur, otomatis, semangatnya untuk sembuh akan meningkat dan ingat, kuasa Tuhan itu tak terbatas, sangat mudah bagi Tuhan untuk memberikan kesembuhan baginya :D.

Boleh merasa sedih, tapi Jangan bersedih jika kamu tahu sedih itu akan menghambat aktivitasmu dan merusak moodmu. Bersedihlah sedikit saja, jika sedih itu bisa membuatmu tercambuk dan melakukan perubahan yang positif. Boleh mengeluh, tapi jangan mengeluh jika keluhan itu hanya membuat semangatmu luntur. Percayalah, orang-orang di sekitarmu pun tidak akan suka mendengar keluhanmu. Boleh mengeluh sedikit saja, jika keluhan itu memacumu untuk menciptakan keadaan yang lebih baik.

Cuaca hari ini memang panas
dan akan terasa lebih panas jika kau mengeluh,
jadi mengapa tidak kamu nikmati saja?:D

Jumat, 09 Desember 2011

Inspirasi Menulis


Inspiring banget deh artikel dari blog cafe bisnis online, “Pinter Nulis Baru Bisnis”. Jadi membuka pikiranku yang tadinya udah kalut sama bisnis online, nyari-nyari cara gimana biar bisa bisnis online dengan sukeses secepat kilat tanpa perlu capek. Pokoknya bener-bener menggebu-gebu buat nyari celah bisnis online. (Maklum, mahasiswa, lagi kejar setoran tanpa perlu mengeluarkan keringat berlebih#eh). Tapi, setelah baca artikel itu aku jadi mikir buat lebih orientasi nulis dulu aja... sekalian mengasah kecerdasan linguistik. Hehe. Kalo menulis udah jadi kecintaan, insya allah nanti bisnis online lancar J Belajar menulis dari nol, otodidak, ada yang mau ngajarin ela? Dibuka lowongan lebar-lebar :D

Ini artikel yang sudah menginspirasiku .....

Pinter Nulis Baru Bisnis
Rasanya sudah berulang-ulang kali saya mengatakan ini. Entah dianggap benar atau dianggap saya gak serius ngajari. Tapi inilah realita yang sebenarnya. Dan saya yakin tak ada seorang pun pebisnis online sukses yang tidak pandai menulis. Sebut saja mulai yang sudah bergabung di cafebisnis. Ada Arief Maulana, Mas Hengky (nama aslinya siapa ya?), Mufli, Kusuma Putra, Jonru, Cosa Aranda, Suwandi Chow, dll. Semuanya punya skil yang sama yaitu menulis. Bahkan yang paling newbie sekalipun seperti Lutvi Avandi juga punya skil nulis walaupun masih dalam taraf ujicoba. :D
Apakah mereka ini kursus menulis? Tidak. Apakah mereka sekolah jurnalis? Mungkin walaupun saya yakin rata-rata tidak.
Jadi apakah itu bakat alam? Jelas tidak!          
Mereka menulis karena suka. Menulis sudah jadi hobby mereka. Sudah jadi kegemaran. Sehingga menulis bukanlah menjadi beban lagi. Saya ingat para blogger2 kawakan jaman dulu. Di blognya takkan anda jumpai berderet banner. Mungkin kalaupun ada banner, biasanya banner2 kampanye seperti blogger mendukung Palestina dulu. Mereka juga tidak ngomong soal bisnis online. Hanya sharing pengalaman dan pemikiran.
Blog adalah tempat mengekspresikan diri dan pikiran. Jangan batasi otak anda untuk hal-hal yang diluar pengetahuan anda. Bebaskan untuk hal-hal yang anda sukai. Apa saja. Anda lihat para pebisnis sukses diatas. Mereka punya keahlian sendiri-sendiri walaupun pengetahuan lain mereka juga punya.
Nah, awali pengalaman maya anda dengan menulis. Latih otak dan jari-jari anda. Tinggalkan dulu urusan bisnis online karena itu hanya membebani anda. Ketika anda menganggap aktifitas menulis sebagai pekerjaan, maka anda sudah kehilangan ruh. Jadi jangan heran jika anda membeli buku-buku cetak di toko buku isinya dangkal-dangkal saja. Karena mereka menulis sebagai pekerjaan, bukan sebagai kecintaan.
Tapi penulis-penulis besar, selalu menulis dengan sungguh-sungguh. Mereka tak peduli karyanya laku atau ndak. Mereka juga tak memikirkan apakah tulisannya dibaca atau tidak. Mereka cuma menulis dan menulis saja. Sebut saja JK Rowling, Andrea Herata atau penulis-penulis klasik seperti RA Kartini, Imam Muslim, Imam Bukhari, Imam Hambali, Imam Ghazali, Quraish Shihab, Sayyid Qutub, dll.
Merekalah penulis yang sama sekali tidak menyangka tulisannya akan jadi legenda sampai sekarang. Mereka tidak berpikir bisnis saat membuat karya. Sangat beda dengan tulisan wartawan-wartawan infotainment sekarang. Yang menghalalkan segala cara untuk membuat tulisan. Kenapa? Agar dapat uang. Bisnis jadi orientasi. Maka jadilah tulisan-tulisan mereka cuma jadi bungkus kacang atau alas tidur para pengemis.
Maka jika anda merasa tidak punya kemampuan menulis, segera mulai belajar menulis dulu. Tutup dulu ebook-ebook soal bisnis online. Mulai buat blog dan tulis dengan karya-karya anda sendiri. Tahu ndak kenapa orang suka copy paste? Karena mereka mengejar setoran. Biar blognya kelihatan penuh padahal isinya cuma hasil karya orang lain. So, mulai dari tulisan kecil, mulai dari blog sendiri dan mulai dari sekarang.
Buat info, anak saya yang masih kelas 5 aja, udah bisa bikin blog sendiri. Menulis sendiri dan promosi sendiri. Jadi, jangan mau kalah sama anak 5 SD! Pengen tahu blog anak 5 SD, silahkan buka http://athiazf.co.cc.


Setelah baca artikel ini, aku jadi lebih sering menulis. Ya, walaupun baru bisa dikonsumsi secara pribadi, masih belum layak untuk dipublish,hehe. Aku tetap optimis dan semangat untuk terus menulis. Salah satu imbasnya adalah inspirasi untuk membuat blog ini. Tempatku berbagi impian, rasa, cerita, pengalaman, dan ilmu dengan semuanya. 

"Kita tak akan sampai pada anak tangga tertinggi tanpa memulainya dari anak tangga pertama"

Salam bahagia :)